![]() |
| Wabup Gede Supriatna bersama Pemdes Desa Les dan Muspika Tejakula membuka secara simbolis Les Ngembak Festival IV, Sabtu (21/3) |
SINGARAJA,IKLIKBALI – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis karakter lokal. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Les Ngembak Festival IV di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Sabtu (21/3), yang mengangkat tradisi masyarakat sebagai daya tarik wisata.
Festival yang berangkat dari tradisi Ngembak Geni ini telah berkembang menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Les. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi potensi desa wisata, seni budaya, serta produk UMKM lokal yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi. Ia menilai sinergi antara pemerintah desa, tokoh adat, dan pelaku pariwisata menjadi kunci dalam membangun desa wisata berkelanjutan.
“Saya mengucapkan selamat kepada masyarakat Desa Les dan para pelaku pariwisata karena Les Ngembak Festival ini sudah keempat kalinya bisa dilaksanakan,” ujarnya.Lebih lanjut, Supriatna menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus tetap berpijak pada karakteristik lokal.
Menurutnya, keaslian dan keunikan desa menjadi nilai utama yang mampu memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Buleleng sebagai destinasi alternatif di Bali. “Pengembangan pariwisata harus disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lokal. Konsep desa wisata harus tetap dijaga agar memberikan pengalaman yang autentik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Buleleng tidak perlu meniru pola pengembangan pariwisata di Bali Selatan.
Justru, kekuatan daerah ini terletak pada keaslian alam dan budaya yang dimiliki. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga identitas sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Buleleng secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Les Ngembak Festival IV, Nyoman Adi Yanan, menjelaskan bahwa festival ini merupakan inisiatif masyarakat yang bertujuan mempererat kebersamaan sekaligus mempromosikan potensi desa.
Les Ngembak Festival IV digelar selama tiga hari, 20–22 Maret, dengan berbagai rangkaian kegiatan seni, budaya, dan aksi sosial yang diharapkan mampu memperkuat identitas pariwisata Buleleng berbasis kearifan lokal.
